IZIN PENDIRIAN DAN BENTUK HUKUM
BANK
Pendirian suatu
perusahaan dalam bentuk apapun haruslah mendapat izin dari instansi yang
terkait terlebih dahulu, demikian pula izin untuk melakukan usaha perbankan
Bagi perbankan sebelum melakukan
kegiatannya harus memperoleh izin dari Bank Indonesia. Artinya jika ingin
mendirikan bank atau pembukaan cabang baru maka diharuskan untuk memenuhi
berbagai persyaratan yang telah ditentukan Bank Indonesia. Bank Indonesia
mempelajari permohonan tersebut untuk menjadi bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan.
Izin pendirian Bank Umum dan BPR biasanya
diberikan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Untuk memperoleh izin usaha
bank, persyaratan yang wajib dipenuhi menurut Undang-undang nomor 10 tahun 1998
sekurang-kurangnya adalah:
1. Susunan Organisasi dan Kepengurusan
2. Permodalan
3. Kepemilikan
4. Keahlian di bidang perbankan
5. Kelayakan rencana kerja
Semua persyaratan dan tata cara
perizinan bank di atas ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Disamping izin yang telah
diajukan, maka permohonan dapat memilih bentuk badan hokum yang diinginkan dan
yang telah ditentukan. Pemilihan bentuk badan hukum ini tergantung dari jenis
bank yang dipilihnya. Masing-masing bentuk badan mempunyai kelebihan dan
kekurangannya.
Ada beberapa bentuk hukum bank
yang dapat dipilih jika ingin mendirikan bank sesuai dengan undang-undang nomor
10 tahun 1998.
Bentuk badan hukum Bank Umum
dapat berupa salah satu dari alternative di bawah ini:
- Perseroan Terbatas
- Koperasi atau,
- Perseroan daerah (PD)
Sedangkan bentuk badan hukum Bank
Perkreditan Rakyat sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 1992 dapat berupa:
1. Perusahaan Daerah (PD)
2. Koperasi
3. Perseroan Terbatas (PT)
4. Atau bentuk lainnya yang ditetapkan pemerintah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar